Brief: Butuh jawaban cepat tentang penggunaan praktis? Video ini menyoroti hal-hal penting. Saksikan kami mendemonstrasikan sifat dan aplikasi Ammonium Polifosfat Fase II Non Halogen TF-201 Putih, penghambat api lingkungan. Anda akan melihat bagaimana ia berfungsi sebagai sumber asam dalam lapisan intumescent untuk baja, kayu, dan tekstil, serta mempelajari spesifikasi utama dan perilaku dekomposisinya di bawah panas.
Related Product Features:
Bertindak sebagai penghambat api non-halogen dan sumber asam dalam mekanisme intumescent.
Terurai menjadi asam fosfat polimer dan amonia saat terkena api atau panas.
Tersedia dalam dua model: TF-201 dengan D50 15-25µm dan TF-201S dengan ukuran partikel D50 <12µm.
Menampilkan konten P2O5 yang tinggi (≥71% untuk TF-201, ≥70% untuk TF-201S) dan kandungan nitrogen (≥14%).
Memiliki suhu dekomposisi yang tinggi di atas 275°C, memastikan stabilitas termal.
Menunjukkan kelarutan yang rendah dalam air (<0,45% untuk TF-201, <0,7% untuk TF-201S pada 25°C).
Cocok untuk aplikasi pada struktur baja, kayu, dan pelapis intumescent tekstil.
Mempertahankan kisaran pH netral (5,5-7,5) dan kadar air rendah (<0,25%).
Pertanyaan:
Apa fungsi utama TF-201 Amonium Polifosfat Tahap II?
TF-201 bertindak sebagai penghambat api non-halogen yang berfungsi sebagai sumber asam dalam sistem intumescent. Saat terkena api atau panas, ia terurai menjadi asam fosfat polimer dan amonia, yang membantu menciptakan lapisan arang pelindung yang mengisolasi material dan memperlambat pembakaran.
Apa saja area aplikasi utama penghambat api ini?
Produk ini terutama digunakan dalam pelapis intumescent untuk struktur baja, pelapis kayu, dan pelapis tekstil. Ini memberikan perlindungan kebakaran yang efektif dengan membentuk lapisan arang isolasi ketika terkena suhu tinggi.
Apa perbedaan antara model TF-201 dan TF-201S?
Perbedaan utamanya terletak pada distribusi ukuran partikel. TF-201 memiliki ukuran partikel rata-rata (D50) sebesar 15-25µm, sedangkan TF-201S memiliki ukuran partikel yang lebih halus yaitu <12µm. Keduanya memiliki sifat kimia yang serupa termasuk kandungan P2O5 (≥71% vs ≥70%), kandungan nitrogen (≥14%), dan suhu dekomposisi (>275°C).
Bagaimana suhu dekomposisi mempengaruhi kinerjanya?
Dengan suhu dekomposisi di atas 275°C, TF-201 menjaga stabilitas dalam kondisi pemrosesan normal sekaligus mengaktifkan pada suhu yang sesuai selama kebakaran. Hal ini memastikan mekanisme tahan api bekerja secara efektif saat diperlukan tanpa degradasi dini selama pembuatan atau penggunaan.